Bojonegoro adalah kota kecil yang terkenal dengan laskar Angkling Darma nya di kalangan pesepakbola, kota yang kaya dengan hasil minyak buminya, kota yang kaya akan adat istiadat dan kebudayaanya, dan kota yang kaya akan wisata sejarahnya.. sebelum saya kenalkan tenang kebudayaan daerah Bojonegoro, ada beberapa berita baru mengenai kota ini, kalian para penggemar bola tentu tahu tentang kompetisi piala presiden 2015, kompetisi yang di selenggarakan untuk mendinginkan pertikaian yang terjadi antara club bola di indonesia, kalau kalian tahu kompetisi tersebut, coba kalian cari tahu tentang trophy yang di gunakan sebagai penghargaan untuk juara satu pada kompetisi tersebut, trophy tersebut merupakan trophy yang tebuat dari bahan kayu jati, dan kayu jati tersebut berasal dari kota Bojonegoro lo..
gambar disamping adalah penampakan
dari trophy kompetisi piala presiden 2015. yang di ukir oleh Ida Bagus Ketut
Lasem, seorang seniman asal Bali yang terpilih sebagai pengukir piala unik
tersebut, perajin asal Desa Kemenuh, Kabupaten Gianyar, Bali.
hal diatas merupakan sebagian kecil tentang bojonegoro, selanjutnyan untuk
mengenal bojonegoro lebih banyak, saya akan membagikan informasi tentang
kebudayaan yang ada di bojonegoro.
1.Sedekah Bumi (nyadranan)
kebudayaan pertama yang sering kali kita jumpai di Bojonegoro adalah kabiasaa
masyarakat disetiap desa yang mempunyai hari-hari tertentu atau bulan-bulan
tertentu untuk melakukan kegiatan sedekah bumi atau bersih desa, atau yang
lebih populer lagi disebut dengan kegiatan nyadranan, merupakan sarana
bersyukur kepada Tuhan YME . Sedekah bumi biasanya dilakukan pada saat musim
penghujan datang, selain itu padaa saat panen raya yang telah selesai dilakukan
dan mereka mensyukiuri hasil panennya dengan cara sedekah bumi. Sedekah bumi
yaitu acara yang berupa makan makan dan acara ini dilaksanakan pada tempat
tempat yang dianggap suci, selain itu biasanya juga dilakukan di kantor kepala
desa.
dalam pelaksanaan sedekah bumi bisa terbilang meriah tapi bercirikan religius.
Dengan memiliki pesan moral yang kental akan rasa syukur kepada tuhan YME dan
lingkungan yang gemaripah loh jinawi. Sedekah bumi biasanya dalam pelaksanaanya
sering juga di iringi dengan berbagai kesenian tradisional, misal : Tayub,
Wayang kulit dll. Banyak yang masih beranggapan dan masih percaya dengan mitos
bahwa dalam pelaksanaan sedekah bumi harus ada kesenian tersebut di suatu
daerah tertentu di Bojonegoro. Mereka masih percaya bahwa mereka dalam
pelaksanaan sedekah bumi tidak di ikutsertakan beberapa kesenian tesebut alam
akan marah, dan biasanya setelah itu akan ada berbagai bencana alam yang akan
terjadi.
gambar
tersebut adalah bentuk dari kegiatan sedekah bumu (nyadranan) di daerah
Bojonegoro.
2.
Kebudayaan Tari Tradisonal Tayub (Sindiran)
kebudayaan tari tayub adalah salah satu tarian yangsangat terkenal
atau terpopuler di daerah Bojonegoro. tari ini sering disebut juga dengan tari
sindiran. disebut tari sindiran karenatarian ini selalu melantukan syair yang
berupa sindiran hingga menarik banyak penonton yang ingin berjoget bersama.
tarian ini biasanya di selenggarakan ketika ada acara hajatan masyarakat
Bojonegoro. dan pada saat kegiatan sedekah bumi atau nyadranan, seperti yang
saya jelaskan di bagian pertama.
berikut adalah bentuk dari pagelaran tari tayub di Bojonegoro.
3.Pawai Budaya
kegiatan
ini merupakan kegeiatan budaya yang tergolong baru. kegitan ini biasanya di
lakukan untuk menyambut hari jadi kota Bojonegoro yang jatuh setiap tnggal 20
Oktober. dan peserta pawai ini biasanya berasal dari seluruh sekolah yang ada
di daerah Bojonegoro.bentuk dari pawai budaya kota Bojonegoro bisa dilihat dari
gambar dibawah ini.
berikut
tadi adalah beberapa kebudayaan yang ada di Bojonegoro, sebenarnya masih banyak
lagi kebudayaan yang unik dan menarik di Bojonegoro, kalo ingin lebih tahu lagi
tentang kebudayan di Bojonegoro, tunggu saja postingan selanjutnya dari saya.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar